bisnis-sumatra.com – Jakarta Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi jutaan kendaraan yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman. Diperkirakan sekitar 3,6 juta kendaraan akan memadati jalur mudik tahun ini.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi energi serta mendukung kenyamanan masyarakat selama periode mudik.
Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM
PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM, terutama di jalur-jalur utama mudik seperti tol Trans Jawa dan jalur lintas Sumatra.
Penambahan stok BBM dilakukan di sejumlah terminal bahan bakar serta SPBU yang berada di titik-titik strategis. Selain itu, layanan tambahan seperti SPBU siaga dan mobil tangki juga disiapkan untuk menjangkau area dengan kebutuhan tinggi.
Layanan Tambahan untuk Pemudik
Tidak hanya memastikan ketersediaan BBM, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk meningkatkan kenyamanan pemudik. Beberapa di antaranya adalah layanan motorist untuk pengantaran BBM darurat serta posko layanan kesehatan di sejumlah lokasi.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan, seperti kehabisan bahan bakar di tengah jalur.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Instansi Terkait
Dalam memastikan kelancaran distribusi BBM, PT Pertamina (Persero) juga berkoordinasi dengan pemerintah serta instansi terkait, termasuk kepolisian dan Kementerian Perhubungan.
Sinergi ini penting untuk mengatur distribusi energi, terutama saat terjadi lonjakan arus kendaraan di waktu-waktu tertentu.
Imbauan untuk Masyarakat
Pertamina mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan kecukupan bahan bakar sebelum berangkat.
Pemudik juga diharapkan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi kelangkaan di beberapa titik.
Kesimpulan
Kesiapan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan BBM bagi 3,6 juta kendaraan menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran arus mudik 2026. Dengan strategi distribusi yang matang dan layanan tambahan, diharapkan perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.





